Petakumpet yang berada di Jalan Kabupaten 77B Yogyakarta dikenal sebagai jasa advertising yang memiliki karya-karya iklan berkualitas dalam tingkat nasional. Berawal dari komunitas mahasiswa Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, seiring berjalannya waktu, Petak Umpet berevolusi menjadi sebuah perseroan terbatas (PT) yang bergerak di bidang periklanan (advertising). Dengan semangat “Good is not enough”, secara perlahan namun pasti, Petakumpet mulai memproduksi dan menghasilkan karya-karya yang berkualitas. Setidaknya sudah terkumpul kurang lebih 12.000 karya yang dihasilkan dalam kurun waktu 5 tahun, yaitu tahun 1999-2014 ini.
Materi disampaikan oleh Arief Budiman yang merupakan Cretive Director Petakumpet, diantaranya langkah pembuatan iklan. Pertama, menerima goal yang diinginkan klien. Kemudian, Petakumpet mengadakan rapat redaksi untuk mengelola goal tersebut menjadi rancangan produksi iklan. Setelah rancangan tersebut jadi, akan dipresentasikan kembali pada klien. Jika klien sudah setuju, maka rancangan akan diproduksi hingga tercipta sebuah iklabn yang sudah di-finishing oleh bagian Creative Petakumpet. Baru iklan tersebut diberikan pada pada klien.
Banyak pesan yang di dapat dari kunjungan kali ini. Pertama, tagline dari Petakumpet, yaitu “Good is not enough” yang bermakna dalam menghasilkan sebuah karya, janganlah berorientasi semata-mata hasil karya nyata yang bagus, tetapi juga harus memiliki nilai lebih dari sekedar itu. Karya yang dihasilkan tidak hanya sekedar bagus, tetapi juga dapat menginspirasi orang-orang yang melihatnya. Don’t just sell to your audience, but inspire them. Seperti yang dicontohkan dalam iklan koran Kedaulatan Rakyat tampak ada seorang preman dengan pakaian dan atributnya yang tidak diduga akan membantu seorang nenek menyebrang jalan. Iklan tersebut tidak hanya bagus tetapi juga terdapat nilai moral yang tersirat, yang dapat meninspirasi kita semua untuk tidak menilai kepribadian seseorang hanya berdasarkan penampilan fisiknya.
Kedua, do it with your heart. Dalam menghasilkan sebuah karya, dimulai dari niat hingga proses produksi, haruslah dilakukan dengan hati yang ikhlas sehingga dalam setiap tahapan pembuatan, kita merasa senang dan karya yang dihasilkan tentu akan optimal.
Ketiga, manfaatkan apa yang ada. Tidak perlu menggunakan dana yang besar untuk menghasilkan karya yang bagus. Lebih penting untuk berpikir bagaimana cara untuk memproduksi iklan yang bagus dengan dana dan media yang ada. Bukan berarti hanya seadanya, tetapi jangan sampai hal tersebut justru mempersulit kita. Do our best. Berfokuslah pada hasil yang baik dan jangan banyak mengeluh kekurangan. Seperti yang dicontohkan, menjelang Ramadhan, Petakumpet memproduksi sebuah karya yang berjudul “Ramadhan Terakhir”. Karya tersebut diproduksi dengan media yang ada dan tanpa mengeluarkan biaya karena hanya berisi foto-foto yang dijadikan satu. Namun ternyata efek dari karya itu sangatlah luar biass, Petakumpet dipercayakan untuk membuat sebuat iklan yang nerjudul “Kemenangan Sejati” oleh PT Gudang Garam.
Keempat, if you believe in your ideas, money will follow. But if you pursue money, yui should be failed. Ini berarti, dalam menghasilkan sebuah iklan, janganlah kita berorientasi pada uang, melainkan pada kualitas karya yang dihasilkan. Yakin pada ide dan hati yang ikhlas, iklan yang dihasilkan tentu akan baik dan secara otomatis konsumen akan membayar dengan harga yang pantas. Berlanjut dari contoh pada point ketiga, karena sebuah karya yang sederhana namun dieksekusi penuh keyakinan, Petakumpet dipercayai oleh PT Gudang Garam untuk memproduksi iklan “Kemenangan Sejati” yang memberi keuntungan finansial yang banyak untuk Petakumpet.
Let’s enjoy amazing live by creating great ideas everyday! Petakumpet, Good is not enough!


